About Me

Minggu, 24 Juli 2011

Jawaban Tugas Sisop


Jawaban UAS SISOP


_______________________________________________



Nama                 :      Ivan Surya Dilaga 
NRP                   :      9910201034
Mata Kuliah     :      Sistem Operasi
Kelas                 :      TI 1 RPL

Jl. Raya Jember KM 13 Labanasem Rogojampi
Telp. 0333-419614 Banyuwangi



1.         - Penjadwalan preemptive
            Keputusan penjadwalan CPU dilakukan apabila proses berpindah dari keadaan running
            ke ready atau proses berpindah dari waiting ke ready.
            - Penjadwalan non preemptive
            Keputusan penjadwalan CPU dilakukan apabila proses berpindah dari running
            ke waiting atau apabila proses berhenti.

2.         a) 3.6 menit
            b)
            c)
3.   a). Menggunakan Algoritma FCFS
               
Waktu tunggu untuk P1 = 0, P2 = 8, P3 = 12
               
Rata-rata waktu tunggu (turn around) = (0 + 8 + 12) / 3 = 6,6
     
b). Menggunakan Algoritma SJF non preemptive
               
Waktu tunggu untuk P1 = 0
               
P2 = 9 – 0,4 = 8,6
               
P3 = 8 – 1 = 7
               
Rata-rata waktu tunggu (turn around) = (0 + 8,6 + 7) / 3 = 5,2
     
c). Menggunakan Algoritma SJF preemptive / SRTF
               
Waktu tunggu untuk P1 = 5 – 0 = 5
               
P2 = 4,8 – 0,4 = 4,4
               
P3 = 1 – 1 = 0
               
Rata-rata waktu tunggu (turn around) = (5 + 4,4 + 0) / 3 = 3,13
     
d). Menggunakan Algoritma Round Robin (quantum time = 1)
               
Waktu tunggu untuk P1 = 8, P2 = 4, P3 = 2
               
Rata-rata waktu tunggu (turn around) = (8 + 4 + 2) / 3 = 4,6
4.         Hubungan antara pasangan algoritma
      
a). Priority dan SJF
               
Algoritma SJF adalah Algoritma Priority untuk menyelesaikan suatu kasus khusus
      
b). Priority dan FCFS
               
Algoritma FCFS adalah Algoritma Priority yang memiliki prioritas sama.
      
c). Round Robin dan FCFS
               
Algoritma Round Robin adalah Algoritma FCFS yang bersifat preemptive
               
dan menggunakan time-sharing.


5.         Race condition adalah suatu kondisi dimana dua atau lebih proses mengakses shared          memory/sumber daya pada saat yang bersamaan dan hasil akhir dari data tersebut     tergantung dari proses mana yang terakhir selesai dieksekusi sehingga hasil akhirnya     terkadang tidak sesuai dengan yang dikehendaki.
6.         critical section adalah dengan mendesain sebuah protokol di mana proses-proses dapat        menggunakannya secara bersama-sama.
            1. Mutual Exclusion.
            Jika suatu proses sedang menjalankan critical section-nya, maka proses-proses lain tidak dapat             menjalankan critical section mereka. Dengan kata lain, tidak ada dua proses yang berada dicritical             section pada saat yang bersamaan.
            2. Terjadi kemajuan (progress).
            Jika tidak ada proses yang sedang menjalankan critical section-nya dan ada proses-proses lain yang             ingin masuk ke critical section, maka hanya proses-proses yang yang sedang berada dalamentry      section saja yang dapat berkompetisi untuk mengerjakan critical section.
            3. Ada batas waktu tunggu (bounded waiting).
            Jika seandainya ada proses yang sedang menjalankan critical section, maka proses lain memiliki      waktu tunggu yang ada batasnya untuk menjalankan critical section -nya, sehingga dapat dipastikan           bahwa proses tersebut dapat mengakses critical section-nya (tidak mengalamistarvation: proses      seolah-olah berhenti, menunggu request akses ke critical sectiondiperbolehkan).
7.         #define BUFFER_SIZE 10
            typedef struct {
                        .   .   .
            } item;
            item buffer[BUFFER_SIZE];
            int in = 0;
            int out = 0;
            int counter = 0;
            item nextProduced;
            while (1) {
                        while (counter == BUFFER_SIZE)
                                    ; /* do nothing */
                        buffer[in] = nextProduced;
                        in = (in+1) % BUFFER_SIZE;
                        counter++;
8.             semaphore adalah lokasi di dalam memori yang nilainya dapat diuji dan di set oleh lebih dari        satu proses. Tes dan operasi yang dapat diset adalah, selama masing-masing proses tekait,         atomik atau uninterrupable; sekali dijalankan tidak dapat dihentikan. Hasil dari operasi tes       dan set operasi merupakan penambahan nilai semaphore dan set nilai, yang dapat bernilai        positif maupun negatif. Hasil test dan set operasi sebuah proses akan berhenti sampai nilai     semaphore diubah oleh proses yang lain. Semaphore biasanya digunakan untuk memonitor            dan mengontrol ketersediaan sumberdaya sistem, seperti pembagian segmen memori.
            Operasi Down (P)
·  operasi ini menurunkan nilai semaphore
·  jika nilai semaphore menjadi non positif maka proses yang mengeksekusinya diblocked
            Operasi Up (V)
·  Operasi ini menaikkan nilai semaphore
·  jika satu proses atau lebih telah di blocked pada suatu semaphore tak dapat menyelesaikan operasi Down, maka salah satu dipilih oleh sistem dan dibolehkan menyelesaikan operasi Down-nya
·  urutan proses yang dipilih tidak ditentukan oleh Dijkstra dapat dipilih secara acak, FIFO dll sesuai kepentingan
·  operasi UP menaikkan nilai semaphore, memindahkan dari antrian dan menempatkan proses ke antrian.
            Operasi P dan V adalah sebagai berikut :
            Wait(S) : while(S) <= 0 do no-op;
            S:=S-1;
            Signal(S) : S:=S+1;

            Keterangan :
            - Pada kondisi Wait(S) dimana S<=0, maka modifikasi yang mungkin adalah S:=S-1;
            - Operasi Wait dan Signal ini dijalankan secara individual.

9.  a.Source code implementasi Bounded-Buffer Problem (Masalah Produsen Konsumen).
            Source code ini diprogram dengan menggunakan bahasa pemrograman Java.
            Bounded buffer adalah tempat penampung data yang ukurannya terbatas,
            contohnya pada proses produsen dan konsumen. Beberapa masalah produsen-konsumen :
            produsen menaruh data pada buffer. Jika buffer tersebut sudah terisi penuh, maka
            produsen tidak melakukan apa-apa dan menunggu sampai konsumen mengosongkan isi
            buffer dan konsumen mengambil data dari buffer. Jika buffer tersebut kosong,
            maka konsumen tidak melakukan apa-apa dan menunggu sampai buffer tersebut diisi oleh             produsen.
  b. Problem lain yang terkenal adalah readers-writer problem yang memodelkan proses           yang    mengakses database. Sebagai contoh sebuah sistem pemesanan sebuah        perusahaan      penerbangan, dimana banyak proses berkompetisi berharap untuk          membaca (read) dan    menulis (write). Hal ini dapat diterima bahwa banyak proses membaca database             pada    saat yang sama, tetapi jika suatu proses sedang menulis database, tidak boleh ada proses lain yang mengakses database tersebut, termasuk membaca database tersebut.
      Dalam solusi ini, pertama-tama pembaca mengakses database kemudian melakukan            DOWN pada semaphore db.. Langkah selanjutnya readers hanya menaikkkan nilai     sebuah counter. Hasil dari pembaca nilai counter diturunkan dan nilai terakhir        dilakukan UP pada semaphore, mengizinkan memblok writer.
      Misalkan selama sebuah reader menggunakan database, reader lain terus berdatangan.       Karena ada dua reader pada saat bersamaan bukanlah sebuah masalah, maka reader        yang kedua diterima, reader yang ketiga juga dapat diterima jika terus berdatangan           reader-reader baru.
      Sekarang misalkan writer berdatangan terus menerus. Writer tidak dapat diterima ke          database karena writer hanya bisa mengakses data ke database secara ekslusif, jadi         writer ditangguhkan. Nanti penambahan reader akan menunjukkan peningkatan.    Selama             paling tidak ada satu reader yang aktif, reader berikutnya jika datang akan diterima.
      Sebagai konsekuensi dari strategi ini, selama terdapat suplai reader yang terus-       menerus, mereka akan dilayani segera sesuai kedatanga mereka. Writer akan ditunda    sampai tidak ada reader lagi. Jika sebuah reader baru tiba, katakan, setiap dua detik,         dan masing-masing reader mendapatkan lima detik untuk melakukan tugasnya, writer    tudak akan pernah mendapatkan kesempatan.
      Untuk mencegah situasi seperti itu, program dapat ditulis agak sedikit berbeda: Ketika      reader tiba dan writer menunggu, reader ditunda dibelakang writer yang justru diterima dengan segera. Dengan cara ini, writer tidak harus menunggu reader yang           sedang aktif menyelesaikan pekerjaannya, tapi tidak perlu menunggu reader lain yang     datang berturut-turut setelah itu.
         c.    Dinning Philosophers Simulation
            Sistem operasi merupakan suatu program yang bertindak sebagai interface antara user dan             sistem komputer. Sistem operasi ini harus mampu melakukan pengontrolan penggunaan    resource. Dalam proses perancangan sistem operasi, terdapat suatu landasan umum yang     disebut dengan kongkurensi.
10.           Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur            tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik      (intangible).
            Sumber daya ada yang dapat berubah, baik menjadi semakin besar maupun hilang, dan ada           pula sumber daya yang kekal (selalu tetap). Selain itu, dikenal pula istilah sumber daya yang     dapat pulih atau terbarukan (renewable resources) dan sumber daya tak terbarukan (non-      renewable resources). Ke dalam sumber daya dapat pulih termasuk tanaman dan hewan         (sumber daya hayati).
11.       Deadlock Deadlock adalah suatu kondisi dimana dua proses atau lebih saling menunggu            proses yang lain untuk melepaskan resource yang sedang dipakai. Karena beberapa proses         itu saling menunggu, maka tidak terjadi kemajuan dalam kerja proses-proses tersebut.             Deadlock adalah masalah yang biasa terjadi ketika banyak proses yang membagi sebuah             resource yang hanya boleh dirubah oleh satu proses saja dalam satu waktu. Di kehidupan nyata, deadlock dapat digambarkan dalam gambar berikut.Pada gambar diatas, deadlock             dianalogikan sebagai dua antrian mobil yang akan menyeberangi jembatan. Dalam kasus    diatas, antrian di sebelah kiri menunggu antrian kanan untuk mengosongkan jembatan           (resource), begitu juga dengan antrian kanan. Akhirnya tidak terjadi kemajuan dalam kerja dua antrian tersebut.Misal ada proses A mempunyai resource X, proses B mempunyai   resource Y. Kemudian kedua proses ini dijalankan bersama, proses A memerlukan resource             Y dan proses B memerlukan resource X, tetapi kedua proses tidak akan memberikan          resource yang dimiliki sebelum proses dirinya sendiri selesai dilakukan. Sehingga akan      terjadi tunggu-menunggu.
12.       Mutual Eksklusif: hanya ada satu proses yang boleh memakai sumber daya, dan proses lain           yang ingin memakai sumber daya tersebut harus menunggu hingga sumber daya tadi   dilepaskan atau tidak ada proses yang memakai sumber daya tersebut. Memegang dan        menunggu: proses yang sedang memakai sumber daya boleh meminta sumber daya lagi      maksudnya menunggu hingga benar-benar sumber daya yang diminta tidak dipakai oleh     proses lain, hal ini bisa menyebabkan kelaparan sumber daya sebab bisa saja sebuah proses             tidak mendapat sumber daya dalam waktu yang lama .
            Tidak ada Preemption: sumber daya yang ada pada sebuah proses tidak boleh diambil begitu         saja oleh proses lainnya. Untuk mendapatkan sumber daya tersebut, maka harus dilepaskan terlebih dahulu oleh proses yang memegangnya, selain itu seluruh proses menunggu dan         mempersilahkan hanya proses yang memiliki sumber daya yang boleh berjalan
            Circular Wait: adanya kondisi seperti rantai, yaitu sebuah proses membutuhkan sumber daya         yang dipegang proses berikutnya.
13.       Mengabaikan masalah deadlock.
            Mendeteksi dan memperbaiki
                        Penghindaran yang terus menerus dan pengalokasian yang baik dengan       menggunakan protokol untuk memastikan sistem tidak pernah memasuki keadaan deadlock .          Yaitu dengan deadlock avoidance sistem untuk men- data informasi tambahan tentang proses             mana yang akan meminta dan menggunakan sumber daya.
                        Pencegahan yang secara struktur bertentangan dengan 4 kondisi terjadinya deadlock          dengan deadlock prevention sistem untuk memasti- kan bahwa salah satu kondisi yang       penting tidak dapat menunggu.
 
14.       a). Isi matrik Need didefinisikan dengan Max – Allocation.
            Need
            A B C
            P0 7 4 3
            P1 1 2 2
            P2 6 0 0
            P3 0 1 1
            P4 4 3 1
            Sistem dalam keadaan state selamat dengan urutan < P1, P3, P4, P2, P0> yang      memenuhi
            kriteria algoritma safety.
            Misalnya proses P1 meminta tambahan anggota tipe sumber daya A dan dua
            anggota tipe sumber daya C sehingga Request1 = (1, 0, 2). Untuk menentukan apakah
            permintaan dapat segera dipenuhi, pertama harus diperiksa apakah Request1 ≤       Available
            ((1, 0, 2) ≤ (3, 3, 2)) ternyata benar. Maka akan diperoleh state baru berikut :
            Allocation Need Available
            A B C A B C A B C
            P0 0 1 0 7 4 3 2 3 0
            P1 3 0 2 0 2 0
            P2 3 0 1 6 0 0
            P3 2 1 1 0 1 1
            P4 0 0 2 4 3 1
            Kemudian harus ditentukan apakah sistem berada dalam state selamat. Setelah
            mengeksekusi algoritma safety ternyata urutan memenuhi criteria
            safety.
            Setelah sistem berada pada state doatas, permintaan (3, 3, 0) oleh P4 tidak dapat
            dipenuhi karena sumber daya tidak tersedia. Permintaan (0, 2, 0) oleh P1 juga tidak
            dapat dipenuhi karena meskipun sumber daya tersedia, state hasil tak selamat.
            b). State Selamat (Safe State)
            Ketika suatu proses meminta sumber daya yang tersedia, sistem harus
            menentukan apakah alokasi sumber daya pada proses mengakibatkan sistem dalam            state
            selamat. Sistem dikatakan dalam state selamat jika sistem dapat mengalokasikan
            sumber daya untuk setiap proses secara berurutan dan menghindari deadlock. Urutan
            proses selamat jika untuk setiap Pi, sumber daya yang masih diminta Pi
            masih memenuhi sumber daya yang tersedia dan sumber daya yang dibawa oleh setiap
            Pj, dimana j < i. Jika sumber daya yang diperlukan Pi tidak dapat segera disediakan,          maka Pi dapat menunggu sampai semua Pj selesai. Ketika Pj selesai, Pi dapan         memperoleh sumber daya yang diperlukan, mengeksekusi, mengembalikan sumber          daya yang dialokasikan dan terminasi. Ketika Pi selesai, Pi+1 dapat memperoleh     sumber daya yang diperlukan dan seterusnya. Jika sistem dalam state selamat maka           tidak terjadi deadlock, sedangkan jika sistem dalam state tidak selamat (unsafe state)     maka kemungkinan terjadi deadlock  Metode menghindari deadlock menjamin bahwa sistem tidak pernah memasuki state tidak selamat.

            Untuk menggambarkan sistem dapat berpindah dari state selamat ke state tidak
            selamat dapat dilihat ilustrasi berikut ini. Misalnya sistem mempunyai 12 magnetic tape
            drive dan 3 proses P0, P1 dan P2. Proses P0 membutuhkan 10 tape drive, proses P1
            membutuhkan 4 dan proses P2 membutuhkan 9 tape drive. Misalnya pada waktu t0,
            proses P0 membawa 5 tape drive, P1 membawa 2 dan P2 membawa 2 tape drive
            sehingga terdapat 3 tape drive yang tidak digunakan.
            Kebutuhan Maksimum Kebutuhan Sekarang
Rabu, 29 Juni 2011

Manajemen memori yang dapat dilakukan oleh sebuah sistem operasi Windows Vista

Manajemen memori yang dapat dilakukan oleh sebuah sistem operasi
Windows Vista
Organisasi dan manajemen memori sangat mempengaruhi kinerja komputer. Manajemen
memori melakukan tugas penting dan kompleks berkaitan dengan hal-hal berikut :
 Memori utama sebagai sumber daya yang harus dialokasikan dan dipakai bersama
diantara sejumlah proses yang aktif. Agar dapat memanfaatkan pemroses dan
fasilitas masukan/keluaran secara efisien maka diinginkan memeori dapat
menampung proses sebanyak mungkin.
 Mengupayakan agar pemrogram atau proses tidak dibatasi oleh kapasitas memori
fisik disistem computer .
Manajemen Memori yang dilakukan oleh sebuah system operasi merfungsi sebagai
berikut :
 Mengelola informasi mengenai memori yang dipakai dan tidak dipakai system.
 Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan.
 Mendealokasikan memori dari proses telah selesai menggunakan
 Mengelola swapping anta memori utama dan hardisk.
Tehnik –tehnik manajemen memori dapat digunakan untuk mengakali kapasitas memory
yang terbatas sehingga dapat dijalankan program yang ukurannya lebih besar dibanding
kapasitas memori yang tersedia.
Manajemen Memori berdasarkan keberadaan swapping
Dibagi menjadi 2:
1. Manajemen tanpa swapping, yaitu manajemen memori tanpa kemampuan citra
proses antara memori utama dan hardisks selama eksekusi.
2. Manajemen dengan swapping, yaitu manjemen memori dengan kemampuan
memindahkan citra proses antara memori utama dan hardisk selama eksekusi.
Manajemen Memori berdasarkan Alokasi Memori
Dibagi menjadi 2 :
1. Alokasi memori berurutan (Kontigu), yaitu masing-masing proses menempati satu
blok tunggal lokasi memori yang berurutan.
2. Alokasi memori tidak berurutan (Non-Kontigu), yaitu program dibagi
menjadi beberapa blok atau segmen. Blok-blok program ditempatkan di
memori dalam potongan-potongan tanpa perlu saling berdekatan.Tehnik
ini biasa digunakan pada sistem memori maya (virtual) sebagai alokasi
page-page dilakukan secara global..
Virtual memory
Virtual memory pada Windows biasa disebut sebagai swap file atau paging file.
Virtual Memory ini berfungsi sebagai memory tambahan untuk mendukung kinerja RAM
(Random Access Memory) itu sendiri. File swap memanfaatkan kapasitas hard disk untuk
menampung file-file yang bersifat sementara. Semakin banyak Anda menggunakan
aplikasi secara bersamaan, file swap yang dibutuhkan juga menjadi semakin besar dan
begitu sebaliknya. Sehingga besar kecilnya virtual memory yang dibutuhkan sangat
tergantung dari cara pemakaian Anda. Walaupun begitu, kecepatan proses pada file swap
ini tidaklah secepat pada memory aslinya. Hal ini dipengaruhi karena kecepatan putar
hard disk itu sendiri juga tidak secepat proses pada RAM. Umumnya kapasitas minimal
yang dibutuhkan oleh virtual memory sekitar 1,5 kali dari kapasitas RAM yang Anda
gunakan. Sedangkan kapasitas maksimal yang dibutuhkan sekitar 2-3 kali dari kapasitas
RAM Anda. Untuk memulai pengaturan, perhatikan langkah-langkah berikut ini:
1. Buka Control Panel, kemudian klik ganda ikon System.
2. Pada tampilan Control Panel, klik ganda pada System . kemudian klik Advanced
system settings maka akan tampil jendela System Properties. Di jendela ini akan
terdapat beberapa pilihan tab yang mempunyai fungsi tersendiri, untuk melihat
sistem yang digunakan, nama komputer, kapasitas processor, maupun kapasitas
memori yang digunakan. Pada tab Computer Name, terdapat dua pengaturan,yaitu
Network yang berfungsi untuk membuat domain dalam suatu jaringan komputer
dan Change berfungsi untuk mengubah nama komputer dan workgroup. Pada tab
Hardware terdapat beberapa tombol pengaturan, misalnya device manager akan
dapatmendeteksihardware-hardware yang ada pada komputer tersebut, dan lain
sebagainya. Tab System Restore berfungsi untuk mengaktifkan dan tidaknya
system restore pada sistem operasi. Dan masih banyak tab-tab lainnya yang bisa
Anda gunakan.
3. Klik tab Advanced yang terdapat pada jendela tersebut, klik tombol Settings pada
bagian kelompok kotak Perfomance. Maka akan membuka jendela baru, yaitu
Performance Options.
4. Pada tab Visual Effects tentukan pilihan untuk mempercepat perfoma Windows.
Misal pilih pilihan Adjust for best perfomance, maka pilihan check box di
bawahnya tidak aktif semua.jika Anda tetap ingin menampilkan beberapa efek,
maka pilihlah Custom dan aktifkan checkbox. Misal jika ingin menampilkan efek
bayangan pada menu, maka aktifkan pilihan Show shadows under menus.
5. Sekarang beralih ke pengaturan Virtual Memory, klik tab Advanced.
6. Pada kelompok kotak Virtual Memory, klik tombol Change.
7. Muncul kotak dialog Virtual Memory, tentukan pilihan drive yang merupakan
lokasi ditempatkannya sistem operasi Windows. Pada kelompok kotak Paging file
size for selected drive terdapat tiga pilihan pengaturan, yaitu Custom size, System
managed size, dan No paging file.
8. Pilih pilihan No paging file jika Anda mempunyai memory lebih dari 512 MB,
pilih pilihan System managed size bila Anda ingin Windows yang mengatur yang
terbaik untuk komputer Anda.
9. Jika Anda menginginkan tweak lebih lanjut, maka pilih pilihan Custom size,
kemudian tentukan nilai Initial size dan Maximum size dalam MB. Perhitungan
nilai Initial dan Maximum dapat dihitung menggunakan pengali angka 1,5. Misal
jika Anda mempunyai memory 512 maka perhitungannya 1,5 x 512 = 768. Nilai
768 merupakan nilai rata-rata initial dan maximum, sehingga Anda bisa memberi
nilai range untuk initial misal 500 dan nilai maximum 900. Dan jika Anda
menginginkan nilai yang tetap (fixed), Anda boleh juga memasukkan nilai misal
sebesar 800 untuk initial dan maximum.
10. Setelah Anda tentukan kemudian klik tombol Set.
11. Klik tombol OK jika sudah yakin, sehingga Anda akan kembali ke jendela
Performance Options.
12. Klik OK lagi untuk kembali ke jendela System Properties.
13. Klik OK, kemudian restart komputer untuk merasakan perubahan yang terjadi.
Setiap proses pada 32-bit Microsoft Windows memiliki virtual ruangnya sendiri, alamat
yang memungkinkan untuk menangani proses hingga 4 gigabyte memori. Setiap proses
on-bit Windows 64 memiliki ruang alamat virtual dari 8 terabyte. Ruang alamat virtual
untuk proses adalah set alamat memori virtual yang dapat digunakan.. Ruang alamat
untuk setiap proses sifatnya pribadi dan tidak dapat diakses oleh proses lain kecuali hal
itu dibagikan.
Alamat virtual tidak mewakili lokasi fisik sebenarnya dari obyek dalam memori,
melainkan sistem memelihara tabel halaman untuk setiap proses, yang merupakan
struktur data internal yang digunakan untuk menerjemahkan alamat virtual ke alamat
fisik yang sesuai. Setiap kali sebuah thread referensi alamat, sistem menerjemahkan
alamat virtual ke alamat fisik.
Ruang alamat virtual untuk Windows 32-bit adalah 4 gigabyte (GB) dalam ukuran dan
dibagi menjadi dua partisi: satu untuk digunakan oleh proses dan yang lainnya dipesan
untuk digunakan oleh sistem.
Alamat Virtual Storage Space dan Fisik
Jumlah maksimum dari memori fisik didukung oleh Microsoft Windows dari berkisar 2
GB sampai 2 TB, tergantung pada versi Windows. Ruang alamat virtual setiap proses
bisa lebih kecil atau lebih besar dari total memori fisik yang tersedia pada komputer.
Subset dari ruang alamat virtual dari proses yang berada di memori fisik dikenal sebagai
working set. Jumlah virtual address space yang tersedia untuk memproses dibatasi oleh
memori fisik dan ruang bebas di disk yang tersedia untuk file paging.
penyimpanan fisik dan ruang alamat virtual setiap proses tersebut akan disusun dalam
halaman, unit memori, ukuran yang tergantung pada komputer host. Sebagai contoh,
pada komputer x86 ukuran halaman host adalah 4 kilobyte.
Untuk memaksimalkan fleksibilitas dalam mengelola memori, sistem ini dapat
memindahkan halaman dari memori fisik ke dan dari file paging pada disk. Ketika
halaman dipindahkan dalam memori fisik, pembaruan sistem peta-peta halaman proses
terpengaruh. Ketika sistem membutuhkan ruang memori fisik, bergerak yang paling
terakhir digunakan halaman dari memori fisik ke file paging. Manipulasi dari memori
fisik oleh sistem sudah benar-benar transparan untuk aplikasi, yang beroperasi hanya
dalam ruang alamat virtual.
Minggu, 06 Februari 2011

komputer restart terus

Pasti teman - teman sering menemui gejala kerusakan komputer yang sering restart sendiri bukan????Nah, kali ini saya akan coba berbagi ilmu dan pengalaman,,,,(he3x,,sok tau..!)

ok..lah..kalo..begitu..!langsung aja bosss kita ulas,


Komputer sering restart dikarenakan beberapa hal, yaitu:

   1. Power Supply tidak stabil (tegangan listrik down)
   2. Memory dump
   3. Mainboard eror
   4. Virus
   5. Dll

 Wah, banyak juga penyebabnya ya?!ayo..kemon..kita..bahas satu per satu...!


   1.  Power Supply tidak stabil
Biasanya untuk kasus yang seperti ini sering terjadi karena tegangan PLN turun (drop) sampe dibawah 200 volt....wah kacau nich,,,harus di cek instalasi listrik dirumah mungkin pengardean/ground kurang bagus.....Tapi untuk sementara bisa diatasi dengan pemasangan stavolt motor pada CPU nya (ingat jangan beli stavolt yang 30 ato 50rb-an) karena justru membebani CPU, karena stavolt yang kecil,ringan,murah tadi itu menrut saya lebih bisa disebut soft start bukan stavolt, karena saya pernah membuka isi stavolt itu tidak lain adalah cor2an semen yang didalamnya cuma Resistor aja...Hukh,,mgkin barang tiruan kali yach,,,he3x!!! Tapi tetap saya sarakan pake stavolt motor dech,,soalnya kl stavol motor bisa secara otomatis menaikkan tegangan dikala tegangan Listrik drop dan bisa menurunkan tegangan jika ada lonjakan/penaikan tegangan (ya seperti namanya "stavolt" penyetabil tegangan) beda dengan stavolt abal - abal tadi,fungsi nya cuma mirip seperti soft start aja...
Kalo tegangan listriknya setelah di ukur bagus, coba lihat bagian dalam pada power supply biasanya ada kondensator yang bocor/cembung dan harus diganti. Kalo permsalahan masih berlanjut, kita beralih ke  point kedua,

2. Memory Dump
Memory Dump adalah kerusakan pada memory akses ato RAM. RAM merupakan modul yang terdiri dari beberapa ic memory, kl salah satu ic rusak bisa menyebabkan hang ato restart system,tapi bisa juga slot konektornya kotor/berkerak. Jadi bisa coba dibersihkan dulu dengan pensil eraser dan kalau tetap restart bisa diganti dengan RAM yang normal

3. Mainboard eror
MB eror juga sering jadi penyebab komputer restart. Biasanya dikarenakan elco - elconya ada yang bocor/cembung (hamil tua,,he3x). Kalau demikian harus dilakukan penggantian pada elco yang bocor tersebut. Tapi untuk kasus lain khususnya pada MB model2 baru sekarang ini adalah pada PCB nya yang bengkong dibagian sekitar prosessor sehingga menyebabkan prosessor panas karena kurang menempel pada pendingin akibat PCB yang bengkong tadi, solusinya adalah memberi alas dibawah prosessor (tapi ingat bahannya harus bahan isolator) atau apapun cara anda yang tujuannya adalah untuk mengurangi bengkong berlebih pada MB yang menyebabkan prosessor tidak menempel sempurna pada pendingin/fan prosessor

4. Virus
Virus bisa menjadi penyebab yang paling besar ketika komputer anda restart- restart. Untuk mengeceknya:
masuk "regedit" dengan cara (run+ketik "regedit"+enter) jika tidak bisa masuk "regedit" ada kemunginan besar terinveksi virus
masuk "task manager" dengan cara (ctrl+alt+del), jika tida bisa masuk juga berarti memang komputer anda sedang terinveksi virus dan harus dibersihkan terlebih dulu..tips basmi virus ada di postingan berikutnya

Semoga bermanfaat...!